Terungkap Pelaku Pembuang Limbah di Kali Serang Tengaran

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN SEMARANG | SEKEDARINFO.NET – Misteri pencemaran Kali Serang di Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah mulai terungkap. Pemerintah Kabupaten Semarang menyebut pelaku usaha perikanan diduga mengakui membuang limbah ke aliran sungai hingga menyebabkan ikan mati dan bau menyengat di permukiman warga.

Camat Tengaran, Sulistyorini mengatakan, pemerintah langsung bergerak setelah menerima laporan warga pada Minggu (18/5/2026) malam.

“Begitu mendapat informasi, malam itu kami langsung koordinasi dengan DLH. Besok paginya kami bersama Forkopimcam, pemerintah desa, dan DLH turun ke lokasi untuk mengambil sampel,” ujar Sulistyorini, Rabu (20/5/2026).

Namun saat pengambilan sampel pertama dilakukan, kondisi air disebut sudah kembali normal sehingga hasil awal belum dapat memastikan sumber pencemaran.

Pemerintah kemudian mengedukasi warga agar melakukan penyusuran sungai apabila pencemaran kembali terjadi. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah limbah kembali muncul pada Senin sore.

INFO LAINYA  Pedagang dan Agen Tiket Terminal Bawen Gelar Aksi Tutup Kios, Protes Penutupan Akses Masuk

“Warga bersama aparat menyusuri sungai sampai ditemukan indikasi ke salah satu usaha perikanan. Saat itu diduga memang sedang membuang limbah,” katanya.

Menurutnya, limbah berasal dari kolam budidaya lele yang menggunakan pakan sisa olahan industri makanan seperti limbah pabrik sosis dan sisa cucian rumah potong hewan (RPH).

“Ditemukan ada sisa daging dan darah cucian dari RPH. Itu membuat air menjadi sangat kotor,” jelasnya.

Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti pemerintah desa bersama kepolisian dengan mendatangi lokasi usaha yang diduga menjadi sumber pencemaran.

“Setelah dilakukan pembicaraan panjang dan ada bukti video dari warga saat penyusuran, pelaku usaha akhirnya mengakui membuang limbah ke sungai,” ungkap Sulistyorini.

INFO LAINYA  Pemburu Biawak Hanyut di Sungai Lusi Grobogan Saat Menyeberang

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang kembali mengambil sampel air pada Selasa siang untuk dilakukan uji laboratorium guna mengetahui kandungan pencemaran dan penyebab kematian ikan.

Selain itu, pemerintah juga menemukan usaha perikanan tersebut belum memiliki izin usaha maupun instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Pemkab Semarang memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemilik usaha, mulai dari kewajiban mengurus izin, membangun IPAL, hingga larangan membuang limbah ke sungai sebelum pengolahan limbah memenuhi standar.

“Pemilik usaha sudah berkomitmen tidak akan lagi membuang limbah ke sungai selama IPAL belum tersedia,” katanya.

Selama IPAL belum dibangun, pembuangan limbah diwajibkan menggunakan jasa penyedot khusus dan tidak boleh dialirkan ke sungai maupun dibuat resapan di sekitar lokasi.

Pihak usaha juga diminta bertanggung jawab atas dampak pencemaran yang menyebabkan ikan mati di Kali Serang.

INFO LAINYA  Halal Bihalal FKPPI Jateng Digelar di Salatiga, Perkuat Peran Sosial Organisasi

“Dari pihak usaha juga bersedia menyediakan bibit ikan sebagai pengganti ikan yang mati di sepanjang Kali Serang,” tambahnya.

Sebelumnya, warga Dusun Gading desa Duren, kecamatan Tengaran mengeluhkan kondisi Kali Serang yang berubah keruh, berbau busuk, dan menyebabkan banyak ikan mati selama dua hari terakhir.

Warga menyebut bau limbah menyengat hingga masuk ke kawasan permukiman. Air sungai juga menimbulkan rasa gatal saat terkena kulit.

“Sepanjang sungai banyak ikan mati. Yang paling banyak ikan dewa atau clenger,” kata Rofii, warga setempat.

Sementara warga lainnya, Lutfi, mengaku bau menyengat paling terasa pada malam hari.

“Airnya seperti badek dan baunya busuk sekali. Bahkan baunya sampai ke perumahan warga,” ujarnya..***(AT)

Berita Terkait

Polres Salatiga Kembali Amankan 23 Motor Berknalpot Brong Dalam Razia Balap Liar
Ngaku Muak Lihat Konten “Sultan” Kades, Sopir Dump Truk Diduga Bakar Civic Istri Hoho Alkaf
Kali Serang Tengaran Diduga Tercemar Limbah, Ikan Mati dan Bau Menyengat Ganggu Warga
Pedagang dan Agen Tiket Terminal Bawen Gelar Aksi Tutup Kios, Protes Penutupan Akses Masuk
Pemburu Biawak Korban Hanyut di Sungai Lusi Grobogan Ditemukan Meninggal Dunia
Diduga Rem Bermasalah, Truk Muatan Susu Kaleng Terguling di Salatiga
Pemburu Biawak Hanyut di Sungai Lusi Grobogan Saat Menyeberang
Rem Truk Tronton Diduga Blong di Turunan Exit Tol Bawen, 3 Kendaraan Dihantam Sekaligus

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:32

Polres Salatiga Kembali Amankan 23 Motor Berknalpot Brong Dalam Razia Balap Liar

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:02

Terungkap Pelaku Pembuang Limbah di Kali Serang Tengaran

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:00

Ngaku Muak Lihat Konten “Sultan” Kades, Sopir Dump Truk Diduga Bakar Civic Istri Hoho Alkaf

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:18

Kali Serang Tengaran Diduga Tercemar Limbah, Ikan Mati dan Bau Menyengat Ganggu Warga

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:14

Pedagang dan Agen Tiket Terminal Bawen Gelar Aksi Tutup Kios, Protes Penutupan Akses Masuk

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:15

Pemburu Biawak Korban Hanyut di Sungai Lusi Grobogan Ditemukan Meninggal Dunia

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:53

Diduga Rem Bermasalah, Truk Muatan Susu Kaleng Terguling di Salatiga

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:45

Pemburu Biawak Hanyut di Sungai Lusi Grobogan Saat Menyeberang

Berita Terbaru