PEKALONGAN | SEKEDARINFO.NET – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan seorang remaja yang tenggelam di Sungai Sengkarang, tepatnya di bawah Jembatan Gantung Silirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Selasa (19/5/2026) siang. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari pencarian.
Korban diketahui bernama Irsal Dwi Pratama (17), warga Desa Warulor, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan peristiwa bermula pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu korban bersama tujuh temannya mandi di tepi Sungai Sengkarang.
“Korban diduga berniat berenang menyeberangi sungai. Namun korban tidak kuat melawan arus dan akhirnya hanyut tenggelam,” ujar Budiono.
Salah satu teman korban sempat berusaha menolong dengan menarik korban ke tepian sungai. Namun derasnya arus membuat upaya tersebut gagal hingga korban hilang terbawa arus.
Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melakukan pencarian awal dan melaporkannya kepada Unit Siaga SAR Pemalang. Kantor SAR Semarang kemudian mengerahkan satu tim rescue lengkap dengan peralatan selam dan perahu karet ke lokasi kejadian.
“Informasi kami terima sekitar pukul 18.30 WIB dan tim langsung diberangkatkan untuk melakukan pencarian,” katanya.
Pada hari pertama, pencarian dilakukan dengan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Namun kondisi gelap membuat proses pencarian tidak maksimal dan korban belum ditemukan.
Memasuki hari kedua, tim SAR gabungan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di sisi kanan dan kiri aliran sungai sejauh sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. Selain itu, dilakukan pula penyisiran darat di sepanjang bantaran sungai serta penyelaman di titik awal korban tenggelam.
Setelah pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 13.40 WIB.
“Korban ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi kejadian awal setelah dilakukan penyelaman di area tersebut,” jelas Budiono.
Selanjutnya jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Bendan Kota Pekalongan untuk penanganan lebih lanjut. ***(AT)






