SALATIGA | SEKEDARINFO.NET – Sebanyak 202 mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) Prajabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Jawa Tengah mengikuti Diklat Penguatan Kebhinekaan dan Bela Negara di Lapangan Kurusetra Yonif 411/Pandawa Kostrad, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (KIP) UKSW Priyo Hari Adi bersama Komandan Yonif 411/Pandawa Kostrad Letkol Inf Wahyu Pudji Pamungkas yang diwakili Kapten Inf Supomo. Pembukaan ditandai dengan pemasangan tanda peserta kepada perwakilan mahasiswa.
Peserta terdiri atas mahasiswa PPG Prajabatan dari sejumlah program studi, yakni Pendidikan Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Matematika, dan Bimbingan Konseling (BK).
Ketua Program Studi PPG UKSW Profesor Sri Yulianto Joko Prasetyo mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan, semangat bela negara, serta pemahaman mahasiswa terhadap nilai kebhinekaan.
“Mahasiswa diharapkan memegang komitmen kepada negara sebagai penerima beasiswa dan siap ditempatkan di mana pun di Indonesia. Mereka juga akan belajar mengenal keberagaman suku dan budaya melalui kegiatan ini,” ujarnya.
Menurutnya, program diklat kebhinekaan dan bela negara itu telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan dan hingga kini telah diikuti lebih dari 420 mahasiswa.
Dalam sambutannya, Priyo Hari Adi menegaskan mahasiswa PPG merupakan calon pendidik yang nantinya akan tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, pemahaman terhadap nilai persatuan dan kebangsaan dinilai penting untuk terus diperkuat.
“Indonesia adalah bangsa besar yang dibangun dari keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa. Kebhinekaan adalah kekuatan yang harus terus dirawat di tengah dinamika sosial dan arus globalisasi,” katanya.
Ia juga meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga semangat untuk menjaga persatuan bangsa.
Sementara itu, Kapten Inf Supomo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Yonif 411/Pandawa Kostrad dalam mendukung pelaksanaan diklat tersebut.
Menurutnya, penguatan nilai kebhinekaan dan bela negara sangat penting di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.
“Perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi kekuatan untuk saling menghargai dan bekerja sama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan peserta agar bijak dalam bersikap, termasuk dalam penggunaan media sosial, karena setiap tindakan dapat berdampak terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui kegiatan tersebut, UKSW berharap mahasiswa PPG Prajabatan memiliki karakter disiplin, jiwa nasionalisme, dan kesiapan mental sebagai calon pendidik yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.***(AT)






