KABUPATEN SEMARANG | SEKEDARINFO.NET – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Menuju Masyarakat Sejahtera (Menara) Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terus menunjukkan perkembangan positif melalui berbagai unit usaha yang dikelola. Tidak hanya mengelola pasar tradisional dan jasa persewaan, BUMDes ini kini sukses mengembangkan budidaya selada premium berbasis hidroponik dan akuaponik yang mulai menembus pasar Jawa Timur.
Kepala Desa Karangduren, Muhamad Noor Majid, mengatakan pengembangan sektor ketahanan pangan dilakukan dengan memanfaatkan alokasi 20 persen Dana Desa tahun 2025. Dana tersebut digunakan untuk membangun sistem pertanian modern melalui greenhouse yang dikelola unit usaha BUMDes Lungo Tani.
“Fokus utama di BUMDes Lungo Tani adalah budidaya selada varietas premium. Selain itu juga ada berbagai jenis sayuran lain serta budidaya ikan nila yang dikelola dalam satu kawasan greenhouse,” ujar Majid saat ditemui wartawan.
Greenhouse yang dibangun di atas lahan milik desa itu memiliki luas sekitar 300 meter persegi. Di dalamnya diterapkan sistem hidroponik dan akuaponik yang memungkinkan budidaya tanaman dan perikanan berjalan secara terpadu dan efisien.
Hasil panen selada premium dari BUMDes Karangduren kini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, namun juga mulai dipasarkan ke sejumlah wilayah di Jawa Timur. Permintaan pasar yang terus meningkat menjadi peluang baru bagi desa untuk mengembangkan sektor pertanian modern berbasis teknologi.
Menurut Majid, pengelolaan BUMDes yang optimal memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan desa. Dari seluruh unit usaha yang dijalankan, kontribusi BUMDes terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) mencapai sekitar 60 persen.
“Nilai ini sangat berarti bagi desa, terutama di tengah kondisi krisis fiskal yang terjadi saat ini,” katanya.
Capaian tersebut menjadikan Desa Karangduren sebagai desa dengan kontribusi PADes terbesar dari sektor BUMDes di wilayah Kecamatan Tengaran.
Keberhasilan BUMDes Menara Karangduren dinilai menjadi contoh pengelolaan usaha desa yang produktif dan berkelanjutan. Dengan memadukan sektor pertanian modern, perikanan, serta unit usaha jasa lainnya, desa mampu menciptakan sumber ekonomi baru sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.***(AT)






