SALATIGA | SEKEDARINFO.NET – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Jawa Tengah Kamis (11/6/2026) menggelar Festival Hak Asasi Manusia (HAM) 2026 bertema “Pembangunan HAM di Indonesia dalam Jiwa Pancasila”. Kegiatan yang dikemas dalam Seminar Nasional itu menjadi sarana edukasi untuk memperkuat budaya penghormatan, perlindungan, penegakan, dan pemenuhan HAM di Indonesia.
Festival HAM 2026 dihadiri Menteri HAM RI Natalius Pigai, jajaran Kementerian HAM, Forkopimda Kota Salatiga, pimpinan UKSW, mahasiswa, civitas academica, dan berbagai elemen masyarakat.
Ketua Panitia sekaligus Dekan Fakultas Hukum UKSW, Prof. Christina Maya Indah, mengatakan festival tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pemenuhan dan penghormatan HAM melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.
“Festival HAM diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung upaya pemenuhan dan penghormatan HAM melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan berbagai unsur masyarakat,” ujarnya.
Selain seminar nasional, rangkaian kegiatan juga diisi lomba video TikTok dan poster bertema HAM guna meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam membangun budaya HAM yang inklusif dan berkeadilan.
Rektor UKSW, Prof. Intiyas Utami, menegaskan kampus memiliki komitmen untuk terus menggaungkan nilai-nilai HAM sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan nasional yang menghormati martabat manusia.
“UKSW berkomitmen untuk terus menggaungkan nilai-nilai HAM sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan nasional yang berorientasi pada penghormatan terhadap martabat manusia,” kata Intiyas.
Dalam kesempatan tersebut, Natalius Pigai yang hadir sebagai keynote speaker sekaligus membuka Festival HAM 2026 menegaskan bahwa HAM merupakan aset berharga yang menjadi fondasi kehidupan yang adil, bermartabat, dan berkeadaban.
“Hak asasi manusia merupakan aset yang sangat berharga. HAM tidak hanya dipandang sebagai norma dan prinsip universal, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam memperjuangkan keadilan, memperkuat demokrasi, serta memastikan setiap warga negara memperoleh perlakuan yang setara di hadapan hukum,” tegas Pigai.
Pigai juga mengapresiasi UKSW yang dinilainya selangkah lebih maju dalam menyebarluaskan nilai-nilai HAM melalui Festival HAM. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran HAM dan melahirkan generasi muda yang menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan dan keadilan.
Festival HAM UKSW 2026 menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam memperluas edukasi HAM kepada masyarakat serta memperkuat pembangunan nasional yang inklusif, berkeadilan, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. ***(AT)






