SALATIGA | SEKEDARINFO.NET – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah mulai menyelidiki penyebab kelangkaan sapi potong yang memicu mogok berjualan pedagang daging di Kota Salatiga.
Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah terganggunya pasokan semata-mata disebabkan berkurangnya ketersediaan sapi atau terdapat praktik penimbunan maupun permainan harga dalam rantai distribusi.
Kasubdit 1 Industri, Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Muhammad Solikhin Fery, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polres Salatiga untuk memetakan akar persoalan yang menyebabkan kelangkaan sapi potong dan kenaikan harga daging di pasaran.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Satgas Polres Salatiga melalui Kasatreskrim selaku Kasatgas di daerah. Mereka sudah melakukan langkah-langkah antisipasi bersama stakeholder terkait,” kata Fery, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, penyelidikan diawali dengan proses mitigasi untuk mengetahui penyebab utama terganggunya pasokan sapi. Selain menelusuri kondisi distribusi, kepolisian juga akan mengidentifikasi kemungkinan adanya pelanggaran yang memperparah kelangkaan.
“Tentunya kita akan melakukan mitigasi dulu penyebabnya apa dan apakah ada penimbunan serta permainan yang nantinya akan dilakukan pengambilan sikap atau tindakan sesuai porsinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, apabila ditemukan indikasi pelanggaran, aparat akan mengambil langkah secara bertahap mulai dari pembinaan dan sanksi administratif hingga penegakan hukum apabila ditemukan unsur pidana.
“Akan dilakukan nantinya teguran secara administrasi atau bisa langsung mengedepankan aspek-aspek pidana. Tetapi yang pasti kami selalu mengedepankan upaya-upaya peringatan terlebih dahulu, kemudian teguran tertulis, dan penegakan hukum menjadi langkah terakhir,” jelasnya.
Penyelidikan tersebut dilakukan setelah kelangkaan sapi potong berdampak pada mogoknya pedagang daging sapi selama beberapa hari serta mulai mengganggu operasional pelaku usaha kuliner di Salatiga.
Dalam pertemuan antara pedagang daging, pelaku usaha kuliner, dan Dinas Perdagangan Kota Salatiga di Los Daging Sapi Pasar Raya I Salatiga, sejumlah pelaku usaha mengaku kesulitan memperoleh bahan baku. Bahkan, sebagian pedagang bakso menghentikan produksi dan sejumlah rumah makan terpaksa menghapus menu berbahan dasar daging sapi karena stok habis.
Ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi Kota Salatiga, Apri, mengatakan aksi mogok dilakukan akibat pasokan sapi potong dari daerah pemasok terus menurun, sementara harga pembelian sapi mengalami kenaikan yang signifikan sehingga pedagang kesulitan mempertahankan harga jual.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Agung Pitoyo, mengatakan pemerintah daerah telah meminta bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mencari daerah yang memiliki surplus sapi agar pasokan ke Salatiga dapat kembali normal.
Melalui penyelidikan tersebut, kepolisian berharap dapat memastikan penyebab utama kelangkaan sapi potong sekaligus menjamin distribusi komoditas pangan strategis tetap berjalan lancar sehingga tidak merugikan pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen.***(AT)






