SALATIGA | SEKEDARINFO.NET – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Salatiga Jawa Tengah menerjunkan 183 petugas lapangan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Pendataan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan sasaran seluruh kegiatan usaha nonpertanian, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), usaha rumahan, usaha berbasis digital, hingga perusahaan berskala besar.
Ketua Tim Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS) BPS Kota Salatiga, Dani Dwi Widagdo, menjelaskan petugas sensus memiliki tugas mendatangi setiap pelaku usaha untuk melakukan pendataan secara langsung sesuai kondisi di lapangan.
Menurutnya, petugas tidak hanya bertugas mengumpulkan data, tetapi juga memberikan penjelasan kepada responden mengenai tujuan dan manfaat Sensus Ekonomi 2026 sebagai program resmi pemerintah.
“Petugas harus mampu menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan resmi pemerintah yang bertujuan memotret kondisi terkini dunia usaha di Indonesia,” ujar Dani.
Selain itu, petugas diwajibkan menjaga etika, bersikap sopan, dan profesional selama menjalankan tugas. Kemampuan berkomunikasi dengan baik dinilai menjadi salah satu faktor penting agar responden memahami proses pendataan dan bersedia memberikan informasi yang akurat.
Dani juga mengingatkan seluruh petugas agar tetap bijak menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, petugas harus tetap berpegang pada prosedur pendataan dan tidak bersikap reaktif apabila menemui situasi tertentu di lapangan.
“Berita di media sosial harus disikapi dengan bijak. Jika menemui situasi yang mirip dengan informasi yang beredar, petugas harus tetap profesional dan tidak bersikap reaktif secara negatif,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan pendataan di Kota Salatiga hingga saat ini berjalan lancar dengan dukungan masyarakat yang cukup kooperatif terhadap kedatangan petugas sensus.
Data yang dikumpulkan melalui Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, pengembangan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.***(AT)






