AMBARAWA | SEKEDARINFO.NET – Pembelajaran sejarah kini tak lagi terpaku di dalam kelas. Sebanyak 20 guru dan siswa yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Kelompok 05 Kecamatan Tuntang dan Bringin menggelar kegiatan outing class di Benteng Willem I Ambarawa, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini menjadi upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual sekaligus mengatasi kejenuhan dalam metode belajar konvensional. Dengan mengunjungi langsung situs sejarah, peserta diharapkan dapat memahami materi secara lebih mendalam melalui pengalaman nyata.
Ketua MGMP IPS Sub Rayon 5 Tuntang–Bringin, Catur Prilanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk inovasi dalam pembelajaran sejarah.
“Guru-guru merasa perlu menyampaikan sejarah dengan cara yang lebih realistis. Tidak hanya teori di dalam buku, tetapi juga pengalaman langsung di lapangan agar lebih membekas,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi solusi atas tantangan linieritas pengajar yang kerap terjadi di dunia pendidikan, di mana tidak semua guru memiliki latar belakang studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.
“Kami mendorong para guru untuk beradaptasi dan berkolaborasi. Dengan melihat langsung situs bersejarah, pemahaman materi menjadi lebih kuat dan mudah disampaikan kepada siswa,” tambahnya.
Benteng Willem I sendiri merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada 1834 atas inisiasi Johannes van den Bosch dan diresmikan pada 1835. Benteng ini memiliki arsitektur khas berupa empat bangunan berbentuk trapesium di setiap penjuru mata angin, yang dahulu difungsikan sebagai gudang logistik militer.
Seiring waktu, fungsi benteng berubah. Pada awal 1900-an, bangunan ini digunakan sebagai penjara bagi tahanan politik, hingga pada masa pendudukan Jepang tahun 1942 menjadi kamp tawanan perang.
Selain aspek edukasi, kegiatan ini juga membawa misi promosi wisata daerah. Para peserta didorong untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi agar situs bersejarah ini semakin dikenal luas.
“Harapannya, ini bisa menjadi promosi gratis bagi daerah. Dengan begitu, Benteng Willem I bisa lebih dikenal, tidak hanya secara lokal tetapi juga hingga mancanegara,” jelas Catur.
Melalui kegiatan ini, MGMP IPS berharap metode outing class dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna. Siswa tidak hanya menghafal sejarah, tetapi juga merasakan langsung jejak peristiwa yang pernah terjadi. (AT)






