SALATIGA | SEKEDARINFO.NET – Persoalan sampah yang semakin menggunung di berbagai daerah menjadi perhatian serius Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (Adeksi). Untuk mencari solusi yang efektif dan berkelanjutan, Adeksi menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) di Hotel Wahid Prime Salatiga, Jawa Tengah Kamis-Jumat (11-12/6), dengan fokus pada tata kelola sampah.
Rakernis tersebut diikuti anggota DPRD dari 26 kota di Indonesia dan menjadi forum strategis untuk merumuskan konsep pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara nasional hingga tingkat petunjuk teknis (juknis).
Ketua Adeksi, Dance Ishak Palit, mengatakan persoalan sampah kini menjadi tantangan bersama yang dihadapi hampir seluruh daerah di Indonesia. Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk berbanding lurus dengan bertambahnya volume sampah yang dihasilkan.
“Harapan kami, rakernis ini mampu merumuskan konsep tata kelola sampah yang bisa diterapkan di seluruh kota, lengkap dengan petunjuk teknisnya. Semua daerah menghadapi persoalan yang sama. Semakin banyak jumlah penduduk, semakin besar pula volume sampah yang dihasilkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan agar solusi yang dihasilkan benar-benar efektif dan berkelanjutan.
Dalam rakernis tersebut, Adeksi menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pekerjaan Umum yang selama ini berperan dalam pengelolaan lingkungan serta pembangunan infrastruktur pendukung penanganan sampah.
Selain itu, Adeksi juga bekerja sama dengan Indonesia Business Council dengan menghadirkan sejumlah CEO perusahaan nasional. Keterlibatan dunia usaha dinilai penting untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan sampah sekaligus membahas dampaknya terhadap sektor ekonomi.
Dance menjelaskan, hasil rakernis diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi anggota DPRD dan para wali kota dalam menyusun kebijakan, strategi anggaran, serta pengelolaan keuangan daerah guna mengatasi persoalan sampah.
“Pengelolaan sampah tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga menyangkut kebijakan anggaran dan pembiayaan daerah. Karena itu, para anggota DPRD perlu memiliki pemahaman yang kuat agar mampu mendorong kebijakan yang tepat,” katanya.
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah paparan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengenai keberhasilan Kabupaten Banyumas menerapkan konsep “Zero Waste to Money”.
Konsep tersebut menitikberatkan pada pengelolaan sampah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Sampah tidak hanya ditangani untuk mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Model pengelolaan yang diterapkan Banyumas dinilai dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia untuk mengubah sampah dari beban lingkungan menjadi sumber daya yang bernilai dan produktif.
Melalui Rakernis di Salatiga, Adeksi berharap dapat melahirkan rekomendasi dan langkah konkret yang menjadi acuan nasional dalam mewujudkan tata kelola sampah yang modern, terintegrasi, berkelanjutan, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemanfaatan sampah yang lebih optimal.***(AT)






