SALATIGA | SEKEDARINFO.NET – Ratusan warga memadati operasi pasar yang digelar Dinas Perdagangan Kota Salatiga Jawa Tengah di kawasan Kridanggo, Senin (15/6/2026). Masyarakat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Sejumlah komoditas dijual dalam operasi pasar tersebut, di antaranya beras kemasan 5 kilogram seharga Rp57.000, minyak goreng Rp15.000 per liter, cabai dan bawang merah masing-masing Rp10.000, serta bawang putih Rp6.000.
Tingginya antusiasme warga membuat stok beras yang disediakan cepat habis. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Sumini, mengatakan operasi pasar dimulai pukul 08.30 WIB dengan pasokan beras dari Bulog sebanyak 500 kilogram.
“Dalam waktu sekitar 20 menit, beras sudah habis dibeli masyarakat,” kata Sumini.
Untuk memastikan distribusi merata, panitia membatasi pembelian setiap komoditas. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli satu item dari masing-masing jenis barang yang dijual.
“Ada warga yang bertanya apakah boleh membeli minyak goreng lebih dari satu. Kami batasi satu orang hanya bisa membeli masing-masing satu item barang supaya merata,” ujarnya.
Salah seorang warga Salatiga, Sulastri, mengaku terbantu dengan adanya operasi pasar tersebut. Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang dijual lebih murah dibandingkan harga di pasar sehingga dapat meringankan pengeluaran rumah tangga.
“Alhamdulillah sangat membantu. Harganya lebih murah dibandingkan beli di pasar, jadi bisa menghemat pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari,” tutur Sulastri saat ditemui di lokasi.
Menurut Sumini, operasi pasar akan terus dilaksanakan di sejumlah titik di Kota Salatiga sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menekan dampak kenaikan harga bahan pangan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Selain penjualan sembako murah, kegiatan tersebut juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Kalicacing. Namun, jumlah warga yang memanfaatkan layanan kesehatan tidak sebanyak masyarakat yang mengantre untuk membeli kebutuhan pokok.
“Yang paling banyak tetap warga yang mengantre sembako. Untuk cek kesehatan ada, tetapi peminatnya tidak sebanyak pembeli,” pungkasnya.***(AT)






