SALATIGA | SEKEDARINFO.NET – Untuk menemukan cita rasa khas ini, pengunjung tak perlu mencari restoran besar. Justru di lantai dua pasar tradisional, aroma asap dan bunyi “kronyos-kronyos” menjadi penunjuk arah menuju salah satu kuliner legendaris Kota Salatiga.
Namanya Sate Kronyos, hidangan yang telah dikenal sejak era 1950-an. Sensasi uniknya muncul saat proses pembakaran, ketika lemak jeroan sapi menetes ke bara api dan menghasilkan bunyi khas sekaligus aroma gurih yang menggoda.
Di Pasar Raya I Salatiga, tepatnya di lantai dua, warung sederhana milik Asih menjadi salah satu penjaga keaslian rasa. Ia melanjutkan usaha keluarga sejak 1992, mempertahankan resep turun-temurun yang tetap diminati pelanggan.
“Sebagian besar pembeli pelanggan lama. Mereka suka karena rasanya khas, terutama bagian lemaknya yang paling nikmat saat masih panas,” ujar Asih.
Berbeda dari sate pada umumnya, Sate Kronyos menggunakan lebih banyak potongan lemak dan jeroan sapi dengan sedikit campuran daging. Potongan kecil tersebut ditusuk, direndam bumbu rempah, lalu dibakar hingga matang di atas bara api.
Saat disajikan, sate tampil mengilap dengan warna kekuningan, berpadu dengan ketupat, sambal kacang, serta irisan cabai dan bawang merah. Teksturnya empuk dengan rasa gurih yang meresap.
Pengalaman menyantapnya semakin berkesan karena suasana pasar yang ramai. Hiruk-pikuk aktivitas di sekitar justru menjadi bagian dari daya tarik yang sulit ditemukan di tempat lain.
“Kalau sudah coba, biasanya balik lagi. Rasanya beda, apalagi dimakan hangat,” kata Abdul Ghofur, salah satu pembeli.
Selain cita rasa, harga yang ditawarkan juga terjangkau. Satu porsi berisi 10 tusuk sate lengkap dengan ketupat dan sambal kacang dijual sekitar Rp12.000.
Warung ini buka mulai pukul 09.00 hingga 14.30 WIB. Meski berada di dalam pasar, penggemarnya tak pernah sepi. Bagi yang berkunjung ke Salatiga, Sate Kronyos menjadi salah satu kuliner yang layak dicoba, menghadirkan sensasi rasa yang khas sejak suapan pertama.(YT)







