SEMARANG | SEKEDARINFO.NET – Rotasi jabatan kembali bergulir di tubuh Polres Semarang. Dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang digelar Rabu (6/5/2026), sejumlah pejabat utama (PJU) hingga kapolsek jajaran resmi berganti. Momentum ini tak sekadar seremonial, tetapi menjadi penegasan arah kepemimpinan yang menekankan integritas dan pelayanan humanis.
Upacara dipimpin langsung Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, dan dihadiri jajaran internal serta Bhayangkari. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa mutasi bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan strategi penyegaran untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Mutasi adalah bagian dari dinamika organisasi. Di setiap jabatan ada pembelajaran baru yang harus dimaksimalkan,” tegasnya.
Namun yang menjadi sorotan, Kapolres menekankan tiga prinsip utama yang harus dipegang seluruh personel: bekerja tuntas dalam melayani masyarakat, menghindari tindakan yang menyakiti masyarakat, serta menjaga integritas, termasuk kesetiaan terhadap keluarga.
Rotasi kali ini menyentuh sejumlah posisi strategis. Di antaranya, Kompol Sofia Wuriana yang bergeser ke Polda Jateng dan digantikan Kompol Rinto Dwi Mulyono sebagai Kabag SDM. Sementara itu, posisi Kasat Lantas kini diisi Iptu Raymond Daniel Titaheluw, menggantikan AKP Lingga Ramadhani yang mendapat tugas baru di Polresta Surakarta.
Perubahan juga terjadi di level kapolsek. Jabatan Kapolsek Tengaran kini diemban Iptu Budi Prihanto, sementara Kapolsek Bergas dipercayakan kepada AKP Himawan Sutanto. Pergantian serupa terjadi di Polsek Bringin, Kaliwungu, hingga sejumlah subsektor.
Selain itu, beberapa pejabat juga memasuki masa purna tugas, termasuk Kapolsek Kaliwungu AKP Hadi Asrori.
Rotasi ini diharapkan menjadi momentum memperkuat transformasi pelayanan kepolisian yang lebih responsif dan humanis. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.***(AT)






