KABUPATEN SEMARANG | SEKEDARINFO.NET – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Raya Tuntang–Salatiga, tepatnya di depan Alfamart Lopait, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Peristiwa tersebut melibatkan sebuah truk Isuzu bernomor polisi AD-8183-OJ, Daihatsu Sigra bernomor polisi D-1737-ALJ, dan Toyota Kijang bernomor polisi H-1341-ML. Akibat kecelakaan itu, satu orang mengalami luka ringan.
Kasatlantas Polres Semarang, Iptu Raymond Daniel Titaheluw, mengatakan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat truk Isuzu yang dikemudikan Bayu Endra Saputra (34), warga Dukuh Sayangan RT 002 RW 003, Desa Bentakan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, melaju dari arah Tuntang menuju Salatiga.
“Sesampainya di depan Alfamart Lopait, truk menabrak bagian belakang Daihatsu Sigra yang saat itu sudah berhenti dan menyalakan lampu sein kanan karena akan berbelok,” ujar Iptu Raymond.
Akibat benturan tersebut, lanjutnya, Daihatsu Sigra terdorong hingga masuk ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, dari arah Salatiga menuju Tuntang melaju Toyota Kijang yang dikemudikan Tias Arifianto (37), warga Prampelan RT 004 RW 005, Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.
“Karena jarak sudah terlalu dekat, pengemudi Toyota Kijang tidak dapat menghindar sehingga terjadi tabrakan dengan Daihatsu Sigra,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, pengemudi Daihatsu Sigra, Lucky Najmi Suha, SP (46), warga Geger Gunung RT 002 RW 015, Desa Kingkang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, mengalami luka ringan berupa lecet pada dahi sebelah kanan serta mengeluhkan nyeri pada bagian dada.
Petugas kepolisian yang menerima laporan sekitar pukul 22.30 WIB langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengatur arus lalu lintas, serta mengevakuasi kendaraan yang terlibat.
Iptu Raymond menambahkan, kasus kecelakaan tersebut masih ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Semarang untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Peristiwa ini masih dalam proses penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti serta memastikan ada tidaknya unsur kelalaian,” pungkasnya. ***(AT)






